Langsung ke konten utama

Pos

Sri Bebassari "Ratu Sampah Indonesia"

Pada tahun 2008 lalu Indonesia akhirnya secara resmi memiliki undang-undang yang mengatur mengenai pengelolaan sampah. Bandingkan misalnya dengan Jepang yang telah memiliki undang-undang tentang pengelolaan sampah sejak lebih dari seratus tahun yang lalu, atau bahkan negara tetangga kita Singapura yang memiliki undang-undang sejenis sejak lebih dari 40 tahun silam.
“Tetap harus disyukuri akhirnya kita sudah punya UU Pengelolaan Sampah. Artinya ada perubahan positif dalam pengelolaan sampah. Kita tidak jalan di tempat,” kata Sri Bebassari.Saat membicarakan mengenai UU Pengelolaan Sampah, kita tidak mungkin lepas dari peran wanita kelahiran Bandung, 28 Juni 1949 ini. Dia adalah sosok penting dibalik lahirnya UU Nomor 18 Tahun 2008. Pengalamannya dalam bidang pengolahan sampah sejak awal tahun 80, membuat Sri paham betul bahwa Indonesia sangat membutuhkan undang-undang yang khusus mengatur tata kelola sampah.
Pos terbaru

Khoirul Anwar Penemu 4G

Satu lagi peneliti Indonesia yang telah menorehkan prestasi di kancah internasional. Dia adalah Prof. Dr. Khoirul Anwar, penemu dan sekaligus pemilik paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Temuannya ini kemudian mendapatkan penghargaan Best Paper untuk kategori Young Scientist pada Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010-Spring yang digelar 16-19 Mei 2010, di Taiwan. Kini hasil temuan yang telah dipatenkan itu digunakan oleh sebuah perusahaan elektronik besar asal Jepang. Dosen sekaligus peneliti yang bekerja di laboratoriom Information Theory and Signal Processing, Japan Advanced Institute of Science and Technology, di Jepang ini adalah lulusan dari Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung dengan predikat cum laude di tahun 2000. Ia kemudian meraih gelar master dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST) pada tahun 2005 dan gelar doktor pada tahun 2008 di kampus yang…

Maria Harfanti

Suatu kebanggaan bagi Indonesia melihat anak bangsanya memiliki prestasi yang luar biasa, tidak hanya secara nasional tapi juga internasional. Sebagaimana yang baru saja ditorehkan Maria Harfanti saat mewakili Indonesia di ajang Miss World 2015.


Kisah Ibu Sri Sumarwati (Ketua Umum Forum Komunikasi PKBM Indonesia, mengumpulkan anak-anak jalanan)

Ibu Sri Sumarwati lahir di Yogyakarta 5 Maret 1957, anak pasangan Slamet Sumitro Darmojo dan Sutiyah (keduanya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara Yogyakarta) adalah satu contoh sukses pengelola PKBM dengan basis peserta anak-anak jalanan. Yogyakarta tempat ia menghabiskan sebagian besar hidupnya memang tak seindah tampakannya. Hati kita akan trenyuh melihat perkampungan kumuh dan anak-anak jalanan berkeliaran di sekitaran Alun-alun, Malioboro, dan Stasiun Lempuyangan. Tetapi beruntunglah, potret buram kota ini, “dirajut” kembali oleh tangan kasih Ibu Sri Sumarwati. Ibu dua orang anak ini, Nur Anita Owiwanti Putri (35 thn) dan Arifin Owiwanto Putra (33 thn), tak bisa tinggal diam melihat anak-anak jalanan itu, ia mencari dan membawa mereka pulang ke rumahnya : Panti Asuhan “Atap Langit”.

Dira Noveriani

Akhir-akhir kita sering melihat seorang gadis manis di sebuah iklan proyek untuk sanitasi yang lebih baik di Indonesia. Dia adalah Dira Noveriani Hanifah 17 tahun, relawan pengajar Sahabat Anak.

Dira kelahiran Jakarta pada 8 November 1997 dari orangtua yang asli kelahiran Jawa ini mengajar di organisasi nirlaba yang menyediakan pendidikan berkualitas untuk anak-anak jalanan di Jakarta. Ia terpilih mewakili anak Indonesia punya gagasan meraih mimpi dalam Project Sunlight dari PT Unilever Indonesia Tbk.
Siswi kelas XII Lab School, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, itu selalu meluangkan waktu senggangnya pada hari Minggu untuk bertemu anak didiknya di Pasar Rebo. Ia memerlukan waktu sekitar satu jam dari rumahnya di Cimanggis menuju lokasi mengajar.
Dira mendapat tugas mengajar Matematika dan Bahasa Inggris untuk anak-anak usia 7-9 tahun, setiap hari Minggu, mulai pukul 15.00-17.00 WIB. Kegiatan ini telah rutin ia jalankan sejak sekitar enam bulan lalu. Tanpa honor, tanpa pamri…