Tukul Arwana

Siapa sih yang gak tahu Tukul Arwana.?!. Pria yang lekat dengan candaan 'ndeso' ini sebelum melawak dan pembawa acara ternyata pernah menjadi sopir angkot dan sopir truk gas elpiji. Kariernya yang ia mulai dari bawah membuat ia begitu menghargai hidup & tak segan membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan.




Sejak lahir, ia diberi nama Riyanto, bukan Tukul Riyanto seperti yang dikenal sekarang. Karena ia sering sakit, namanya ditambah kata "Tukul" menjadi Tukul Riyanto. Anehnya, setelah namanya diubah, ia menjadi jarang sakit. Ia pun akhirnya akrab dipanggil Tukul. Di usia 5 bulan, Tukul yang sering sakit diasuh oleh tetangganya, Suwandi. Orang tua Tukul, Abdul Wahid dan Sutimah (alm.) yang memiliki empat orang anak rela menyerahkan Tukul, karena Suwandi sangat ingin menjadikan Tukul sebagai anak angkat.

Tukul dengan bakat alaminya sudah mulai melawak sejak kelas VI SD. Dia sering mengikuti lomba lawak mulai dari tingkat Kotamadya Semarang, DKI dan Jabotabek, serta tingkat nasional ia coba. Usahanya ini tidak sia-sia. Ia berhasil menjuarai berbagai perlombaan melawak. Pada saat Tukul duduk di bangku kelas III SMP, orang tua angkatnya, Suwandi mengalami kesulitan ekonomi. Bahkan, rumah yang selama itu ditempatinya harus dijual. Puncaknya, saat menuntut SMA,Tukul mulai kesulitan untuk membayar biaya sekolah. Tukul pun mulai mencari pekerjaan untuk membiayai sekolahnya.




Selepas SMA, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, selain melawak ia juga pernah bekerja sebagai sopir angkot (jurusan Johar-Panggung di Semarang). Setelah dua tahun, Tukul berganti pekerjaan menjadi sopir truk gas elpiji di daerah Tanah Mas, Semarang Utara selama dua tahun, sebelum akhirnya kembali menjadi sopir angkutan. Setelah berganti-ganti pekerjaan, Tukul akhirnya memuntuskan untuk hijrah Jakarta atas ajakan temannya Joko Dewo dan Tony Rastafara sekitar tahun 1992. Tony Rastafara inilah yang kemudian menambahkan nama Arwana dibelakang nama Tukul agar Tukul bisa menjadi orang kaya, karena alasannya ikan arwana banyak dipelihara orang kaya.Selama beberapa tahun di Jakarta, nasibnya belum juga berubah.

Di rumah kontrakannya yang terletak di bilangan Jakarta Selatan, Tukul banyak dibantu Joko Dewo dan Tony Rastafara untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam keadaan ekonomi yang belum berkecukupan, Tukul menikah dengan gadis Padang bernama Susiana. Ia dikaruniai 2 orang anak perempuan dan laki laki. Perempuan bernama Novita Eka Afriana dan yang kecil bernama Wahyu Jovan Utama.
Setelah menikah, Tukul dan keluarganya tinggal di sebuah kontrakan di daerah Cipete. Sampai akhirnya Tukul melamar kerja di Radio Humor SK dan bekerja di sana bersama rekan pelawak yang lain seperti Parto, Bagito, Ulfa Dwiyanti dan lain-lain. Sebelumnya, Tukul juga pernah menjadi sopir pribadi untuk menafkahi keluarganya.




Nasib mujur Tukul semakin membaik ketika ia diajak dalam produksi Lenong Rumpi. Titik balik kariernya pun mencuat ketika menjadi pendamping Joshua di video klip lagu anak-anak "Air" dengan iKon diobok-obok-nya sekitar tahun 1997. Nama Tukul Arwana semakin melambung ketika dipercayai untuk menjadi pembawa acara musik "Aduhai" di TPI serta acara "Dangdut Ria" di Indosiar. Saat ini, namanya kian melesat ketika TV7 (kini Trans7 mempercayakannya menjadi pembawa acara Empat Mata (Kini Bukan Empat Mata). Tukul juga sudah menyelesaikan syuting film layar lebar pertamanya yang berjudul Otomatis Romantis). 


( Sumber wikipedia )










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ginan Koesmayadi & Rumah Cemara

Kisah Ibu Sri Sumarwati (Ketua Umum Forum Komunikasi PKBM Indonesia, mengumpulkan anak-anak jalanan)