Langsung ke konten utama

Inneke Koesherawati



Tahu Inneke Koesherawati kan ? Artis cantik dan anggun ini dikenal juga sangat religius. Ia sangat menomorsatukan pendidikan agama untuk anaknya. Meski sang anak mendapatkan pendidikan formal di sekolah, namun Inneke tetap memberikan pendidikan agama bagi mereka. Bagi Inneke agama adalah suatu fundamental penting untuk pertumbuhan anaknya nanti.

Inneke Koesherawati lahir di Jakarta, pada tanggal 13 Desember 1975. Ia dikenal sebagai aktris sinetron, bintang iklan dan juga layar lebar.

Pada tanggal 2 April 2004 Inne menikah dengan putra pemilik gedung Menara Shaidah, Fahmi Darmawansyah. Namun sampai sekian lama keduanya belum dikaruniai 'momongan', hingga kemudian memutuskan mengadopsi bayi berusia 9 bulan, Muhammad Rahlil Ibrahim pada 2008.


Pada tahun 1990-an, dirinya dikenal sebagai bintang 'panas' di perfilman Indonesia. Namun kondisi Inneke saat ini berubah 180 derajat. Inneke justru menjadi pribadi yang religius dan mengenakan busana muslimah, bahkan beberapa kesempatan menjadi juru dakwah.


Dalam perjalanan karirnya, Inneke mengawali sukses setelah memenangkan festival Gadis Sampul 1990. Debut film Inne itu berjudul DISKOTIK DJ (1990), berlanjut GADIS METROPOLIS (1991), RODA-RODA ASMARA DI SIRKUIT SENTUL (1994), PERGAULAN METROPOLIS II (1995). Termasuk juga aktingnya dalam beberapa film bersama Warkop DKI.

Kini peran-peran panas tersebut telah berlalu, dan berganti dengan sinetron religius dan lebih 'berkarakter'. Sebut saja sinetron TIRAI SUTRA (1996), TIRAI KASIH YANG TERKOYAK (1997), KIPAS-KIPAS CARI ANGIN dan PADAMU AKU BERSIMPUH (2001).




( sumber; wikipedia & kapanlagi.com )





Komentar

  1. cuma bisa bilang Alhamdulillah atas perubahan yang terjadi pada mbak Inneke Koesherawati :)

    BalasHapus
  2. Saya sudah Letda dia baru lahir ya jeng
    Ayu menik2
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam hangat jg pakde..trimakasih sdh berkunjung :)

      Hapus
  3. Semakin anggun dengan jilbabnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. anggun & cantik ya..
      trimakasih sdh berkunjung :)

      Hapus
  4. kalo utk kecantikan dari inneke masih jd bintang "panas" sy udah suka liat wajahnya.. Setelah dia berjilbab, sy gak cuma suka liat wajahnya yg cantik tp juga kagum & salut.. Keliatan bgt kalo dia emang bener2 berubah total..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mb..csntik..smkn cantik lg stlh berjilbab.. inner beauty-nya keluar :)

      Hapus
  5. Hampir tidak percaya, dulu penampilannya gimana gitu.. tapi sekarang dia bener-bener berubah total, makin cantik malahan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mb kmrn aku pas browsing foto inneke ada fotonya inneke yg dulu2..laiiinn bgtt.. smkn cantik stlh berjilbab ya.. :)

      Hapus
  6. ternyata masih muda juga ya, mba ineke. . :lol:

    idah paling suka tuh lihat kelembutan kulitnya dan kerapian giginya. .
    alamiii sekali. . . :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mb aku jg suka bgt liat giginya..rapi bersih cantik alami.. hhmm..jd kyk iklan ya ngomongnya..hihi

      Hapus
  7. wow biutifulll... Wanita berjilbab akan tetap cantik kyak inneke :D

    BalasHapus
  8. ini sudah masuk kategori artis jadul kan y???



    dekorasi

    BalasHapus

Posting Komentar

Pos populer dari blog ini

Kisah Ibu Sri Sumarwati (Ketua Umum Forum Komunikasi PKBM Indonesia, mengumpulkan anak-anak jalanan)

Ibu Sri Sumarwati lahir di Yogyakarta 5 Maret 1957, anak pasangan Slamet Sumitro Darmojo dan Sutiyah (keduanya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara Yogyakarta) adalah satu contoh sukses pengelola PKBM dengan basis peserta anak-anak jalanan. Yogyakarta tempat ia menghabiskan sebagian besar hidupnya memang tak seindah tampakannya. Hati kita akan trenyuh melihat perkampungan kumuh dan anak-anak jalanan berkeliaran di sekitaran Alun-alun, Malioboro, dan Stasiun Lempuyangan. Tetapi beruntunglah, potret buram kota ini, “dirajut” kembali oleh tangan kasih Ibu Sri Sumarwati. Ibu dua orang anak ini, Nur Anita Owiwanti Putri (35 thn) dan Arifin Owiwanto Putra (33 thn), tak bisa tinggal diam melihat anak-anak jalanan itu, ia mencari dan membawa mereka pulang ke rumahnya : Panti Asuhan “Atap Langit”.

Prigi Arisandi Penyelamat Kali Surabaya

Prigi Arisandi adalah seorang aktivis lingkungan di Surabaya, yang memperjuangkan hak-hak warga untuk menikmati kualitas air sungai yang baik. Kenyataan adanya polusi merkuri yang amat tinggi di dalam kandungan kali Surabaya, dan mengakibatkan berbagai penyakit bagi warga, membuatnya terus berpikir untuk menyelamatkan generasi mendatang dari kecacatan dan rendahnya kualitas manusia.

Prigi, bersama lembaganya, Ecoton menjalankan berbagai upaya untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kualitas air kali yang bersih. Dia pun tak segan-segan melakukan dorongan kepada pemerintah kota Surabaya untuk mengubah kebijakan yang dirasanya merugikan warga. Selain itu, ia pun mengajak generasi yang lebih muda, untuk ikut secara aktif melawan segala bentuk pencemaran dan perusakan lingkungan.